Martín Anselmi kini telah resmi mendarat di kota Elche untuk memulai petualangan perdana dalam karier manajerialnya di kancah sepak bola Spanyol. Juru taktik asal Argentina ini dikenal luas sebagai pengikut setia filosofi Marcelo Bielsa, sosok pelatih yang diakuinya paling memberikan pengaruh besar hingga memotivasi dirinya untuk terjun ke dunia kepelatihan. Kendati demikian, ia juga memiliki mentor lain yang menjadi cerminannya, salah satunya adalah Miguel Ángel Ramírez.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan rekam jejak keduanya, tidak banyak orang yang mengenal karakter dan kapasitas Martín Anselmi lebih baik daripada Miguel Ángel Ramírez. Keduanya pernah membentuk kolaborasi yang solid saat bahu-membahu menangani Independiente del Valle di Ekuador serta Internacional de Porto Alegre di Brasil. Saat bekerja sama di Ekuador, mereka sukses mempersembahkan trofi bergengsi Copa Sudamericana pada tahun 2019, di mana saat itu Ramírez bertindak sebagai pelatih kepala dan Anselmi menjadi salah satu anggota staf teknisnya.
Kehebatan Martín Anselmi terbukti bukan sekadar bayang-bayang semata karena tiga tahun berselang, ia berhasil mengulangi kesuksesan merengkuh trofi Copa Sudamericana bersama Independiente del Valle sebagai pelatih utama. Menanggapi kiprah baru sang kolega di Stadion Martínez Valero, Miguel Ángel Ramírez tidak ragu untuk melayangkan pujian tinggi dan meyakini bahwa rekannya tersebut akan mendulang kesuksesan besar setelah mengantongi pengalaman melatih di Ekuador, Meksiko, Brasil, hingga Portugal.
"Martín adalah seorang pelatih top. Ia memiliki bakat yang luar biasa untuk memahami permainan. Tentu saja, sepak bola adalah tentang para pemain yang Anda miliki. Ketika ia memiliki skuad yang tepat, seperti saat berada di Independiente del Valle atau Cruz Azul, ia mampu memenangkan pertandingan dan menjadi tim yang mendominasi lawan," ungkap Miguel Ángel Ramírez menurut wawancara eksklusifnya bersama AS.
Dari pantauan redaksi, Miguel Ángel Ramírez juga menambahkan sebuah catatan realistis bahwa seorang pelatih tetap membutuhkan materi pemain yang mendukung untuk meraih kesuksesan. "Ketika dia tidak memiliki elemen-elemen pemain tersebut, hasil yang didapat tidak akan baik, dan hal itu adalah sesuatu yang wajar terjadi pada semua pelatih di dunia sepak bola," lanjut juru taktik asal Kepulauan Kanari tersebut.
Menurut pengamatan tim redaksi, Ramírez sangat optimistis bahwa kehadiran Martín Anselmi akan memberikan kesinambungan taktik penguasaan bola yang selama ini sudah tertanam di Elche. Berdasarkan penilaiannya, gaya permainan posisional Anselmi memiliki kemiripan dengan pendahulunya, Eder Sarabia, meski tentu tetap membawa nuansa serta karakteristik tersendiri yang lebih intens.
"Martín sangat piawai dalam mentransfer ide-idenya kepada tim, dia pelatih yang sangat intens dan menjalaninya dengan penuh gairah. Saya sangat berharap dia bisa meraih hasil yang sangat baik di sana. Namun, seperti yang saya katakan sebelumnya, dia akan membutuhkan peralatan tempur yang memadai dan juga waktu yang cukup, sama seperti yang pihak klub berikan kepada Sarabia sebelumnya," pungkas Ramírez.